Slot Iklan

Tuesday, 23 April 2013

Rambutku, My Hair?


Good by my hair, and I will miss you..

Mungkin ini kata perpisahan yang saat ini cocok ane ucapkan atau sekedar berguman dalam hati, betapa tidak rambutku yang kalo pepatah bilang itu “rambut adalah simbol  dari mahkota seorang manusia” ( entah bener pepatah ini atau hanya khayalan ane saja :p ) yang sudah bersarang di kepalaku untuk beberapa dekade ( lebay deh :D ) kini telah meninggalkan ku, it’s gone. Yah karena akhirnya rambut ane berakhir di tempat pangkas, bergabung dengan rambut rambut lain yang ane sendiri gak akan pernah tau rambut rambut siap saja itu, sungguh malang nasib rambut ku.  dengan meninggalkan banyak kenangan di dalamnya baik itu suka maupun duka bersama.
            Padahalkan selama masa disekolah aja gak pernah tuh ane potong rambut cuma karena di
Suruh sama gurunya. Walaupun tiap hari harus menghadapi hari-hari yang penuh tantangan kucing-kucingan sama guru kalau udah hari senin sama jum’at. Namun sekarang demi mencari nilai untuk kelulusan studi kuliah ane dan tekanan dari dosennya itu sendiri, terpaksa ane merapikan dan sedikit memangkas rambut ane.

            Cerita-cerita soal rambut pernah ada satu kali sampai jadi kejadian lucu sendiri kalau diingat-ingat lagi, kejadiannya itu waktu masa-masa SMA dulu, awal ceritanya kalau gak salah sih hari itu hari senin dan seperti biasanya sekolah ane ngadain baca Asmahul husna bersama di teras sekolah, ketika semua prosesi acara tersebut selesai dan mulailah ane membaca situasi dan menarik kesimpulan bahwa akan ada hal lain yang akan dilakukan para guru hari ini, dan benarlah ternyata dugaan ane, dengan sigapnya entah itu guru pelajaran atau kepala sekolah ane juga udah lupa, pokoknya salah satu dari mereka mulai berdiri di muka umum dan berbicara tentang kerapian siswa yang akhir-akhir ini di nilai kurang mengindahkan peraturan sekolah. Dan ane tanpa menunggu aba-aba lagi langsung mengambil langkap sigap, cepat dan tepat yang biasanya dilakukan oleh para siswa-siswa yang punya rambut panjang, yaitu dengan menekan-nekannya merapikan ala kadarnya dengan jari-jari tangan supaya terlihat rapi.
            Satu persatu siswa yang rambutnya panjang dan tidak rapi mulai disuruh maju dijejerkan didepan umum layaknyaq seseorang yang akan menerima penghargaan atas sebuah prestasi membanggakan bukan? :D hahaha
            Namun apa mau dikata mungkin ini sudah hari sial ane dan memang sudah waktunya pangkas rambut, sekalipun udah ane rapikan dengan ilmu ajaib jari-jemari ane masih juga enggak bisa menghipnotis perhatian guru ke rambut ane, yang sudah lebat dan gak karuan ini, itu semua yang ane pikirin setelah ane juga harus berdiri di depan semua siswa sekolah untuk siap-siap menerima penghargaan atas prestasi kami dalam hal kerapian rambut :D
            Setelah dirasa semua siswa yang berhak menerima penghargaan atas rambutnya terkumpul semua didepan maka dimulailah prosesi acara yang sudah ditunggu-tunggu para siswa dan siswi lainnya. Dengan sebilah gunting yang menurut ane sudah cukup tua untuk ukuran gunting kenapa demikian? Karena beberapa orang sebelum samapi giliran ane pada nyangkut semua guntingnya di rambut mereka, gurunya aja harus dengan susah payah untuk menggunting.
            Dan salah satu kejadian lucu yang mungkin bisa menjadi pelajaran untuk penerus penerus bangsa ini di mulai saat 2 orang lagi barulah giliran ane, sebagai orang yang dikenal gak pernah kehabisan akal ini dengan tampang muka yang bisa menipu para guru ( ini sih kata temen temen ane, dan ane menganggapanya sebagai pujian xan anugrah tertinggi untuk ane :D). Entah dari mana asal pikiran ini saat itu, dalam pikiran ane terbesit sebuah akal bulus licir untuk lepas dari pengeksekusian ini dan akhirnya lahirlah pikiran tersebut “ kenapa ane gak ambil rambut bekas potongan yang laen trus ane pegang pegangin seakan-akan ane sudah di eksekusi alias di potong rambutnya”.
            Setelah yakin dengan ide tersebut mulailah ane menjalankan mission imposible ini,  langsung pura-pura merunduk seperti orang yang mencari sesuatu yang hilang, mundur satu langkah kesamping tanpa ada guru yang menyadarinya dengan sigap dan kecepatan layaknya ninja berhasilah ane mendapatkan segenggam rabut bekas potongan. Berdiri kembali seperti orang bodoh sambil pasang tampang melongo sedih seakan-akan rambutnya baru dipotong seraya mengusap-usap kepala dan tangan satunya yang memegang rambut bekas potongan entah rambut siapa saat itu ane juga gak tahu.
            Oiya cuma mau ngingatin biar gak salah paham, para finalis yang berhak mendapat perhargaan berupa hadiah dipotong rambutnya ini berdirinya gak karuan jadi gak berurutan seperti barisnya pasukan paskibra. Dan para pengadilnya itu ada 2 orang, yangs atu mulai dari sebelah kiri dan satu lagi mulai dari arah sebaliknya.  mungkin inilah sebab mengapa ane berhasil.
            kembali lagi ke cerita, dan akhirnya tibalah giliran sang pengadil berdiri di depan ane, dengan sedikti menambah bumbu trik, yaitu berbicara berguman kepada temen di sebelah ane
Dengan suara yang agak lirih “ aduk, cukup banyak dipotong rambutnya, jadilah botak besok” dan benarlah trik ini benar-benar berhasil tanpa menanyai lagi sang juru adil langsung saja melewati ane dan mulai memegang rambut temen di sebelah ane dan siap untuk di eksekusi. Sambil senyum senyum sendiri didalam hati dan mau meledak ketawa ane tetap pasang tampang poker face di detik detik terakhir misi ini sebelum disuru duduk kembali oleh gurunya.
            Beberapa dari siswa/siswi yang duduk melihat yang dipangkas ada dari mereka menyadari sedikit trik ane dan kelewatan untuk sesi pemotongannya terutama temen-temen sekelas ane terang aja mereka tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu, beberapa dari mereka yang enggak tahu mulai bertanya-tanya, kenapa ketawa sih? Dan kembali tawa ane hampir meledak gara-gara ini.
            Dan setelah semua prosesi acara selesai dan para penerima penghargaan dirasa sudah mendapatkan hadiahnya masing-masing berupa potongan rambut mereka masing-masing, maka kami di persilahkan duduk kembali untuk sedikit lagi menerima wejangan-wejangan dari guru tentang kedisiplinan.
            Bergabung kembali ditempat duduk bersama temen-temen ane, barulah tawa ane meledak-ledak dengan masih sedikit tertahan karena gurunya masih memeberi pengarahan. Dan hari itu dari pagi sampai pulang siangnya masih saja menjadi bahan pembicaraan di setiap guru yang masuk ngasih nasehat buat rapiin rambut, di setiap itulah tawa meledak di kelas, dan tentunya hampir semua temen sekelas ane tahu kejadiannya, makanya mereka ketawa. :D
           
            Esoknya karena merasa gak enak dan takut terus dihantui oleh ketakutan dan harus kucing-kucingan sama gurunya karena rambut, jadi ane mengambil solusi untuk sekedar merapikannya. Sekianlah sedikit cerita ane tentang rambut.

            Buat guru ane waktu SMA dulu, ane minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru dan staf yang tergabung didalamnya, bukan maksud ane untuk menipu, kan ane gak ngomong hal yang berbau menipu, Cuma bapak dan ibu aja mungkin yang salah menanggapi dan menanggap arti dari gelagat dan sedikit gumaman ane. :D hahahaha
            Dan buat  kalian yang udah baca cerita ini semoga saja dapat terhibur dan mempelajari betul-betul trik–trik yang mungkin bisa kalian terapkan dalam kehidupan kalian masing-masing dengan menganalisanya dari cerita ane diatas. :D hahaha

Life should be full of tricks, not enough just have knowledge about the study. #fk

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More