Good by my hair, and I
will miss you..
Mungkin ini kata perpisahan yang saat ini cocok ane ucapkan
atau sekedar berguman dalam hati, betapa tidak rambutku yang kalo pepatah
bilang itu “rambut adalah simbol dari mahkota
seorang manusia” ( entah bener pepatah ini atau hanya khayalan ane saja :p )
yang sudah bersarang di kepalaku untuk beberapa dekade ( lebay deh :D ) kini
telah meninggalkan ku, it’s gone. Yah karena akhirnya rambut ane berakhir di
tempat pangkas, bergabung dengan rambut rambut lain yang ane sendiri gak akan
pernah tau rambut rambut siap saja itu, sungguh malang nasib rambut ku. dengan meninggalkan banyak kenangan di dalamnya
baik itu suka maupun duka bersama.
Padahalkan selama masa disekolah aja
gak pernah tuh ane potong rambut cuma karena di
Suruh sama gurunya.
Walaupun tiap hari harus menghadapi hari-hari yang penuh tantangan
kucing-kucingan sama guru kalau udah hari senin sama jum’at. Namun sekarang
demi mencari nilai untuk kelulusan studi kuliah ane dan tekanan dari dosennya
itu sendiri, terpaksa ane merapikan dan sedikit memangkas rambut ane.
Cerita-cerita
soal rambut pernah ada satu kali sampai jadi kejadian lucu sendiri kalau
diingat-ingat lagi, kejadiannya itu waktu masa-masa SMA dulu, awal ceritanya
kalau gak salah sih hari itu hari senin dan seperti biasanya sekolah ane
ngadain baca Asmahul husna bersama di teras sekolah, ketika semua prosesi acara
tersebut selesai dan mulailah ane membaca situasi dan menarik kesimpulan bahwa
akan ada hal lain yang akan dilakukan para guru hari ini, dan benarlah ternyata
dugaan ane, dengan sigapnya entah itu guru pelajaran atau kepala sekolah ane
juga udah lupa, pokoknya salah satu dari mereka mulai berdiri di muka umum dan
berbicara tentang kerapian siswa yang akhir-akhir ini di nilai kurang
mengindahkan peraturan sekolah. Dan ane tanpa menunggu aba-aba lagi langsung
mengambil langkap sigap, cepat dan tepat yang biasanya dilakukan oleh para
siswa-siswa yang punya rambut panjang, yaitu dengan menekan-nekannya merapikan
ala kadarnya dengan jari-jari tangan supaya terlihat rapi.
Satu persatu siswa yang rambutnya
panjang dan tidak rapi mulai disuruh maju dijejerkan didepan umum layaknyaq
seseorang yang akan menerima penghargaan atas sebuah prestasi membanggakan bukan?
:D hahaha
Namun apa mau dikata mungkin ini
sudah hari sial ane dan memang sudah waktunya pangkas rambut, sekalipun udah
ane rapikan dengan ilmu ajaib jari-jemari ane masih juga enggak bisa
menghipnotis perhatian guru ke rambut ane, yang sudah lebat dan gak karuan ini,
itu semua yang ane pikirin setelah ane juga harus berdiri di depan semua siswa
sekolah untuk siap-siap menerima penghargaan atas prestasi kami dalam hal
kerapian rambut :D
Setelah dirasa semua siswa yang
berhak menerima penghargaan atas rambutnya terkumpul semua didepan maka
dimulailah prosesi acara yang sudah ditunggu-tunggu para siswa dan siswi
lainnya. Dengan sebilah gunting yang menurut ane sudah cukup tua untuk ukuran
gunting kenapa demikian? Karena beberapa orang sebelum samapi giliran ane pada
nyangkut semua guntingnya di rambut mereka, gurunya aja harus dengan susah payah
untuk menggunting.
Dan salah satu kejadian lucu yang
mungkin bisa menjadi pelajaran untuk penerus penerus bangsa ini di mulai saat 2
orang lagi barulah giliran ane, sebagai orang yang dikenal gak pernah kehabisan
akal ini dengan tampang muka yang bisa menipu para guru ( ini sih kata temen
temen ane, dan ane menganggapanya sebagai pujian xan anugrah tertinggi untuk
ane :D). Entah dari mana asal pikiran ini saat itu, dalam pikiran ane terbesit
sebuah akal bulus licir untuk lepas dari pengeksekusian ini dan akhirnya
lahirlah pikiran tersebut “ kenapa ane gak ambil rambut bekas potongan yang
laen trus ane pegang pegangin seakan-akan ane sudah di eksekusi alias di potong
rambutnya”.
Setelah yakin dengan ide tersebut
mulailah ane menjalankan mission imposible ini,
langsung pura-pura merunduk seperti orang yang mencari sesuatu yang
hilang, mundur satu langkah kesamping tanpa ada guru yang menyadarinya dengan
sigap dan kecepatan layaknya ninja berhasilah ane mendapatkan segenggam rabut
bekas potongan. Berdiri kembali seperti orang bodoh sambil pasang tampang
melongo sedih seakan-akan rambutnya baru dipotong seraya mengusap-usap kepala
dan tangan satunya yang memegang rambut bekas potongan entah rambut siapa saat
itu ane juga gak tahu.
Oiya cuma mau ngingatin biar gak
salah paham, para finalis yang berhak mendapat perhargaan berupa hadiah
dipotong rambutnya ini berdirinya gak karuan jadi gak berurutan seperti barisnya
pasukan paskibra. Dan para pengadilnya itu ada 2 orang, yangs atu mulai dari
sebelah kiri dan satu lagi mulai dari arah sebaliknya. mungkin inilah sebab mengapa ane berhasil.
kembali lagi ke cerita, dan akhirnya tibalah giliran sang pengadil berdiri di depan ane, dengan sedikti menambah bumbu trik, yaitu berbicara berguman kepada temen di sebelah ane
kembali lagi ke cerita, dan akhirnya tibalah giliran sang pengadil berdiri di depan ane, dengan sedikti menambah bumbu trik, yaitu berbicara berguman kepada temen di sebelah ane
Dengan suara yang
agak lirih “ aduk, cukup banyak dipotong rambutnya, jadilah botak besok” dan
benarlah trik ini benar-benar berhasil tanpa menanyai lagi sang juru adil
langsung saja melewati ane dan mulai memegang rambut temen di sebelah ane dan
siap untuk di eksekusi. Sambil senyum senyum sendiri didalam hati dan mau
meledak ketawa ane tetap pasang tampang poker face di detik detik terakhir misi
ini sebelum disuru duduk kembali oleh gurunya.
Beberapa dari siswa/siswi yang duduk
melihat yang dipangkas ada dari mereka menyadari sedikit trik ane dan kelewatan
untuk sesi pemotongannya terutama temen-temen sekelas ane terang aja mereka
tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu, beberapa dari mereka yang enggak
tahu mulai bertanya-tanya, kenapa ketawa sih? Dan kembali tawa ane hampir
meledak gara-gara ini.
Dan setelah semua prosesi acara
selesai dan para penerima penghargaan dirasa sudah mendapatkan hadiahnya
masing-masing berupa potongan rambut mereka masing-masing, maka kami di
persilahkan duduk kembali untuk sedikit lagi menerima wejangan-wejangan dari
guru tentang kedisiplinan.
Bergabung kembali ditempat duduk
bersama temen-temen ane, barulah tawa ane meledak-ledak dengan masih sedikit
tertahan karena gurunya masih memeberi pengarahan. Dan hari itu dari pagi
sampai pulang siangnya masih saja menjadi bahan pembicaraan di setiap guru yang
masuk ngasih nasehat buat rapiin rambut, di setiap itulah tawa meledak di
kelas, dan tentunya hampir semua temen sekelas ane tahu kejadiannya, makanya
mereka ketawa. :D
Esoknya karena merasa gak enak dan
takut terus dihantui oleh ketakutan dan harus kucing-kucingan sama gurunya
karena rambut, jadi ane mengambil solusi untuk sekedar merapikannya. Sekianlah
sedikit cerita ane tentang rambut.
Buat guru ane waktu SMA dulu, ane
minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru dan staf yang tergabung
didalamnya, bukan maksud ane untuk menipu, kan ane gak ngomong hal yang berbau
menipu, Cuma bapak dan ibu aja mungkin yang salah menanggapi dan menanggap arti
dari gelagat dan sedikit gumaman ane. :D hahahaha
Dan
buat kalian yang udah baca cerita ini
semoga saja dapat terhibur dan mempelajari betul-betul trik–trik yang mungkin
bisa kalian terapkan dalam kehidupan kalian masing-masing dengan menganalisanya
dari cerita ane diatas. :D hahaha
Life should be full of tricks, not enough just have knowledge about the study. #fk







0 comments:
Post a Comment